A mature single man is challenged by his friends to bring a girlfriend to his wedding. He doesn't want to be embarrassed and forced to use the dating site which then brings him to a girl that can accompany him to the wedding.
Bande-annonce
Casting
Andibachtiar Yusuf
Director
Gading Marten
Richard Achmad
Della Dartyan
Arini Kusuma
Verdi Solaiman
Panji
Adriano Qalbi
Jaka
Sabrina Rochelle Kalangie
Mira
Albert Halim
Raka
Rukman Rosadi
Syamsul
Vanda Mutiara
Danty
Bowie Budianto
Joko
Hanif Reyzel
Rommy
Natalius Chendana
Alvin
Rizky Mocil
Rudy
Cita Maharani
Rudy's Wife
Ryoichi Adityo
Akbar
Khiva Iskak
Anwar
Kiki Narendra
Hansip
Lady Dhiana
Waiter
Faradina Mufti
Sylvia
Mohammad Irfan Ramly
Writer
Andibachtiar Yusuf
Writer
Vous aimerez aussi
Love for Sale
One Night Stand
Les Promesses du cœur
Wedding Agreement
Surat Cinta Untuk Starla: The Series
Mantan Tapi Menikah
Serigala Terakhir
Tetangga Masa Gitu
EDI (Ejakulasi Dini)
Wedding Agreement: The Series
Ipar Adalah Maut: The Series
Pernikahan Dini Gen Z
Gelas Kaca
Kisah untuk Geri
My Love My Enemy
Assalamualaikum Calon Imam
Turun Ranjang
Married with senior
99 Nama Cinta
Aku Jatuh Cinta
Tersanjung: The Series
Sunshine
Daniel & Nicolette
La chronique des Bridgerton
Commentaires
6 commentaires
Love for sale adalah film layar lebar pertama untuk Gading marten atau bisa dibilang Gadeng marten terlahir untuk memerankan Richard,seorang Pria 40an yang masih saja membujang dan cenderung strict dengan pekerjaannya apalagi dengan karyawannya.Sampai suatu saat datanglah Arini (manic pixie dream girl) yang bisa mengubah sosok kaku dan keras Richard ini. Film ini berbagi kesamaan dengan film besutan Spike Jonze "HER" dimana si Richard berbagi kesamaan dengan Theodore karakter di film itu,sama" kesepian dan masih belum bisa moveon dari wanita.Script nya lumayan,dialognya agak kaku di bagian bagian tertentu,komedina tidak terlalu ngena tapi bisa ditutupi dengan akting yang bagus dari mas Gading mengingat ini debut pertamanya di layar lebar,Dela darthya aka Arini tampil begitu manis layaknya Manic pixie dream girl seharusnya,mampu masuk ke dalam kehidupan sang karakter utama dengan baik. Namun Love for sale agak kesulitan menampilkan ending yang bagus,dimana ternyata oh ternyata si manis Arini adalah pembohong ,ia berbohong tentang keluarganya,semua konsep aplikasi dating Love.inc adalah penipuan ,ia menghilang seperti angin,kemungkinan setelah kontraknya denga Richard habis,disini kita dibuat bertanya-tanay apakah Arini benar-benar mencintai Richard atau hanya sandiwara belaka.Berbeda dengan "HER" dimana Samantha disini Arini ,mengungkapkan dan menjelaskan kenapa harus ppergi dan disitu kita tahu bahwa Samantha tidak punya pilihan lain selain harus meninggalkan Theodore ,di sini Arini punya pilihan dan ia memilih untuk menghilang,memaksa Richard untuk mendapatkan semacam ilham untuk membuang semuanya,memberikan harta bendanya kepada karyawannya dan meninngalkan Bisnis printingya kepada karyawan.kemanakah Richard pergi?ke pacitan?i dont think so,mengingat semua kebohongan yang dilontarkan Arini ,akankah Richard masih mau mengejarnya?
A very heartwarming movie. And it is very rare for us Indonesians to talk about such subject. Being single (or in Indonesian term: jomblo) is regarded as being socially impaired. The point is, many of these secluded singles do not have a chance to practice their social skill, hence, the idea of "love service company" that provides them a chance to learn about the intimate relationship is a great way to run the plot. Richard's character development was unfolded steadily throughout the movie, and by the end, the movie provoked a meaningful question about the value of self-discovery and self-compassion before falling in love. Oh, and BTW, every shot in this movie is so damn good!
